Andreannf: Mata Kuliah Riset Media Buying
Showing posts with label Mata Kuliah Riset Media Buying. Show all posts
Showing posts with label Mata Kuliah Riset Media Buying. Show all posts

Tuesday, May 26, 2020

Sang Dewi di Pucuk Turi  (Usaha Berbasis Lokalitas)
May 26, 20200 Comments


PROPOSAL PEMBANGUNAN DESA WISATA PULESARI

Latar Belakang
Desa wisata ini merupakan desa wisata yang berdiri sendiri yang berawal dari masyarakat, Oleh Masyarakat dan untuk masyarakat bedasar semangat gotong royong membangun sebuah desa serta komitmen bersama dan banyaknya potensi yang ada diwilayah yang perlu kami lestarikan dan dikembangkan maka dari itu memunculkan sebuah gagasan sebuah ide untuk membetuk sebuah Desa wisata. Awal mulai mencanangkan konsep pariwisata pada tanggal 26 Mei 2012 dan dilakukan lounching desa wisata dan diresmikan pada tanggal 09 November 2012 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,
Desa Wisata ini menyajikan sebuah wisata Alam dan Budaya Tradisi dalam artian Desa yang mempunyai potensi alam yang luar biasa sehingga perlu kita lestarikan serta dikembangkan dan dimanfaatkan sewajarnya tanpa merubah sebuah esensi dari pada kawasan pedesaan. Budaya Tradisi merupakan wujud dari desa yang selalu melestarikan nilai-nilai Budaya yang ada dimasyarakat agar tidak punah ditelan zaman moderenisasi ini.Desa wisata ini bertujuan untuk mempedayakan SDM dan SDA yang ada agar eksistensi Desa Wisata ini dapat dikenal dan diakui oleh masyarakat luas sehingga bisa menjadikan atraktif tersendiri bagi wisatawan yang hanya sekedar datang untuk menikmati suasana pedesaan yang ada diwilayah kami. 

Foto ketika Ice Breaking sebelum ke wahana inti dipandu oleh Guide dari Pulesari 
Gambaran Umum Desa Pulesari
Desa Wisata Pulesari berdiri dengan semangat gotong royong dan dibangun atas dasar dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Desa wisata Pulesari ini terletak di Pulesari, Wono Kerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Nilai jual dari Desa Wisata ini adalah wisata alam dan budaya tradisi dalam artian desa yang mempunyai potensi alam yang luar biasa sehingga perlu kita lestarikan serta dikembangkan dan dimanfaatkan sewajarnya tanpa merubah sebuah esensi dari pada kawasan pedesaan.

Analisa SWOT
a.           Kekuatan (Strength)
-       Program permainan yang sederhana namun cenderung asik pembawaannya
-       Wahana terawat dan dalam keadaan baik
-       Fasilitas cukup lengkap mulai dari permainan, kerajinan, hingga oleh oleh
b.           Kelemahan (Weakness)
-       Kurang adanya pembaharuan dalam segi wahana
c.           Peluang (Oppurtunities)
-       Paket wisata yang ditawarkan terbilang cukup mudah sehingga bisa digunakan untuk berbagai umur dan kalangan
-       Kaliurang merupakan tempat wisata terkenal di daerah Yogyakarta
d.           Ancaman (Threats)
-      Di daerah Turi sendiri mulai banyak bermunculan desa wisata yang menawarkan hal yang tidak jauh beda dengan harga yang cukup kompetitif

Insight
Desa Wisata Pulesari memiliki konsep yang fun, dimana mereka menitik beratkan pada wisatawan yang datang adalah tipe orang yang jenuh dan letih sehingga mereka menawarkan berbagai permainan sederhana dan cenderung mengedepankan Kerjasama tim dengan media khas pedesaan yang semakin jarang dapat ditemukan di daerah pada umumnya. Dengan konsep seperti itu, Desa Wisata Pulesari ingin mengajak wisatawan untuk bermain bersama menikmati alam dan melepaskan penatnya sejenak. 

Positioning
Desa Wisata Pulesari ini sangat menjual citra desa wisata yang tepat untuk dikunjungi oleh para pekerja keras, pelajar, dan wisatawan manca negara. Dengan segala permainan yang ditawarkan, desa wisata ini ingin menunjukkan bahwa Indonesia khususnya Turi memiliki alam yang indah, asri serta warganya yang memiliki nilai ramah tamah yang tinggi. 

Semboyan
T= entram, R= amah, A= man, DI= namis. S= ehat, I= ndah

Big Idea
a. Desa Wisata Pulesari merupakan desa wisata yang terletak di daerah Turi, Sleman, dengan fasilitias dan wahana yang cukup lengkap
b. Desa Wisata Pulesari cocok untuk dijadikan Pelepas penat bersama teman-teman
c. Desa Wisata Pulesari menawarkan berbagai jenis wisata kepada pelanggan
Memasuki salah satu wahana inti dari Pulesari yaitu susur sungai dan lewati rintangan air


Memasuki salah satu wahana inti dari Pulesari yaitu susur sungai dan lewati rintangan air

Potensi desa wisata

a. Sebagai lokasi wisata, Desa Wisata Pulesari terletak di daerah yang cukup tinggi  yang sejuk dan alam yang masih terjaga
b. Memiliki agro wisata kebun salak, sungai dan arena permainan lain yang cukup luas
c. Memiliki beberapa grup kesenian tradisional dengan pemain warga setempat
d. Memiliki banyak ragam kuliner tradisional yang khas Sleman dan siap saji
e. Memiliki beberapa homestay dengan arsitektur tradisional
f. Memiliki even outbond dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Permasalahan

a. Kurang adanya pembaharuan dalam segi wahana. Dalam hal ini, memang wahana di Desa Wisata Pulesari cukup lengkap namun tidak ada salahnya untuk menambahkan sentuhan baru untuk penyesuaian.
b. Lokasi yang terbilang cukup jauh dari kota Yogyakarta cukup membuah wisatawan luar kota akan berpikir beberapa kali apakah worth dengan perjalanannya atau tidak. Disini tentu peran social media dalam melakukan branding harus lebih digiatkan untuk memunculkan citra yang bagus.
c. Website dan media social cenderung using dan perlu dilakukan pembaharuan agar lebih menarik orang ketika mencari informasi

Maksud dan Tujuan Desa Wisata

a. Meningkatkan Kesejateraan masyarakat  dengan motivasi dan komitmen bersama membangun pola pikir yang rasional.
b. Melestarikan dan mengembangkan Seni  dan budaya Tradisi Masyarakat Tradisonal.
c. Meningkatkan Sumber daya manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkualitas dan berkembang.
d. Mengutamakan Kualitas Desa Wisata dibandingkan Kwantitas
e. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun desa wisatab Yang bersih,aman dan nyaman.



Segmentasi

a. Demografis Keluarga : Dari segala tingkat usia, karna permainan yang cenderung mudah dan hanya mengutamakan kekompakan tim.
b. Geografis : Masyarakat kota, Pelajar, wisatawan luar daerah dan luar negeri
c. Psikografi : Secara psikologis adalah masyarakat kota yang jenuh dengan suasana perkotaan dan menginginkan nuansa alam dan pedesaan yang berbeda dari rutinitas kota sehari-hari.

Sasaran

a. Pemuda / remaja 
     -  Menyalurkan bakat , minat kreatifitas di bidang seni
     -  Mencegah hal-hal yang negative
     -  Menciptakan lapangan pekerjaan 
b. Masyarakat Desa Wisata Pulesari
c. Menjadikan Desa Wisata Pulesari sebagai desa wisata tujuan wisatawan

Rencana Program Kegiatan

a. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat
b. Peremajaan sector media (website dan social media)
c. Peningkatan sarana dan prasarana terutama wahana


Andrean Nur Fauzi - 18107030063 - Advertising A
Reading Time:

Friday, May 15, 2020

Local is The New World
May 15, 20200 Comments




Dalam sesi live instagram kali ini, pemilik akun @kawanrama mengundang @yogie_bartholomaeus untuk membahas sebuah topik yang kiranya cukup menarik. Dimulai dari sebuah premis dimana Jogja selalu tergambarkan oleh Malioboro saja padahal jika ditelusuri Jogja memiliki segudang icon yang layak jual bahkan mampu menyaingi Malioboro itu sendiri. Sisi industri kreatif ingin di kaitkan dengan banyaknya ruang terbuka di daerah Bantul untuk dapat mulai dipasarkan. Mulai dari industri anyam, tekstil, dan berbagai industri lain yang merupakan ladang emas siap garap jika dikelola dengan baik

Konsep industri yang sekiranya pas untuk dijalankan di kawasan Bantul sendiri kiranya menggunakan coorporate base. Dimana marketingnya berpusat di Jakarta dan target pasarnya untuk konsumen luar negeri atau turis asing. Mengapa demikian? Bantul yang sejatinya sebagai kota pertanian atau dalam bahasa mudahnya, masyarakat di daerah tersebut masih banyak yang mengandalkan hidupnya dengan bertani dan berkebun dirasa akan sangat sulit berkembang di era yang semakin maju ini karna tidak adanya penyeimbang yang diterapkan oleh pemerintah sehingga masyarakat selalu dibuat merasa cukup. Namun lambat laun, pemerintah didaerah itupun mulai mengangkat Bantul sebagai kota wisata. Mulai dari wisata alam hingga sentra kerajinan.

Program ini perlu direalisasikan dengan menggandeng berbagai pihak termasuk agensi yang mengurus lebih lanjut di arah digital. Jika telah masuk ke ranah agensi, maka sebuah daerah akan terlihat bagai sebuah brand. Dimana perlakuannya dalam pengurusan akan sedikit berbeda. Disini yang menjadi kendala cukup besar, ketika sebuah agensi hendak mengelola daerah dengan caranya, maka disitulah masyarakat sekitar yang merasa lebih tahu melayangkan templatenya, "nanti kami dapat apa?"

Tidaklah salah seperti itu, namun mental seperti ini yang seharusnya mulai dikurangi secara perlahan. Garis besar masyarakat masih suka berfikir jangka pendek sedangkan sebuah usaha yang baik harus memikirkan jangka panjang, dan sampai sekarang ini pun masyarakat kita masih susah untuk menerapkannya. Berkarya dahulu, tonjolkan potensi dan kreatifitas baru hasil akan mengikuti. Seperti yang kita ketahui, branding sebuah usaha atau daerah sendiri tidak tumbuh dalam waktu yang sebentar. Banyak usaha untuk melakukan branding gagal ditengah jalan karna masyarakatnya menganggap tidak ada gunanya dan money oriented.

Bantul sendiri memiliki nilai jual jika kita berbicara mengenai lokalitas dan budaya, kekentalannya masih lumayan terjaga dan hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk dapat diolah lebih jauh lagi. Kita dapat menilik Korea Selatan yang kini menjadi negara dengan nama yang cukup baik di dunia dengan menonjolkan kultur dan industrinya. Tentu mereka tidak mencapainya dalam waktu sebentar dan hanya terpaku pada periode pemerintahan saja, melainkan ada spirit bersama untuk mencapainya sehingga siapapun orang yang disana memiliki semangat yang sama dan selalu menjaga untuk tumbuh seperti yang di cita-citakan. Hasilnya pun kita bisa lihat di hari ini, dimana Korea Selatan tumbuh pesat meninggalkan negara disekitarnya. Dengan konsep lokal namun dipasarkan secara global dengan cara global pula, maka tak mungkin daerah kita khususnya Bantul bisa mendapatkannya. 

Namun dibalik keoptimisan itu, ada hal realitas yang kita semua sadari. Masyarakat kita sudah merasa nyaman dan cukup serta merasa merekalah yang paling tahu harus diapakan daerahnya karena ada ikatan emosional disana. Tentu ini merupakan kendala yang hebat untuk mencapai goals yang setingkat global. 



Andrean Nur Fauzi - 18107030063 - Advertising A
Reading Time:

Friday, April 3, 2020

Consumer Journey - Priyanka Nada Muhammad
April 03, 20200 Comments

Illustrasi diatas merupakan Priyanka Nada Muhammad sebagai objek consumer journey


Priyanka Nada Muhammad, remaja laki-laki usia 19 tahun, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Ekonomi. Tinggal di Jl. Wates KM 5
Sangat aktif dalam berkegiatan, cheerfull, optimis, easy going, suka eksplore tempat baru, dan ulet. Bercita-cita menjadi seorang Akuntan.


Waktu
Aktivitas
Point of contact
Media
08.00-08.30
Bermain ponsel, sarapan,
Ponsel, gelas, piring, kamar
Ponsel
08.30-09.30
Memberi makan kucing, membersihkan kandang
Makanan kucing, kendang, sikat, air
Bungkus makan kucing
09.30-10.00
Mandi
Gayung, sabun, shampoo, sikat gigi
10.00-13.00
Mengerjakan tugas dan mendengarkan lagu
Laptop, hanphone, earphone
Internet, ponsel, sampul buku, youtube
13.00-13.10
Ishoma
Keran, sajadah, makanan, piring, sendok
13.10-14.30
Kembali mengerjakan tugas dan mendengarkan lagu
Laptop, hanphone, earphone
Internet, ponsel, sampul buku, youtube
14.30-14.50
Mandi dan persiapan kerja shift 2
Gayung, sabun, shampoo, sikat gigi
14.50-15.00
Perjalanan ke toko alat tulis sinar bhakti
Motor, kunci, helm, sepatu
Spanduk, banner, poster
15.00-15.10
Sholat
Keran, sajadah, makanan, piring, sendok
15.10-18.30
Bekerja sebagai kasir
Kursi, meja, komputer, alat tulis, uang, struk
Merk alat tulis
18.30-18.45
Ishoma
Keran, sajadah, makanan, piring, sendok
18.45-21.00
Bekerja sebagai kasir
Kursi, meja, komputer, alat tulis, uang, struk
Merk alat tulis
21.00-21.10
Perjalanan pulang
Motor, kunci, helm, sepatu
Spanduk, banner, poster
21.10-21.20
Sholat
Sarung, sajadah
21.20-21.45
Makan bersama keluarga di ruang tv
Piring, sendok, makanan, remot, karpet
Iklan tv, bungkus snack
21.45-23.00
Bermain handphone sembari berbincang-bincang perihal hima di grup
Handphone, snack, earphone, notes
Sampul notes, instagram, whatsapp story, twitter
23.00-06.00
Tidur
Kasur, selimut, guling





Andrean Nur Fauzi - 18107030063 - Advertising A
Reading Time:
andreannfz